Esok Nanti
(10-01-2008 by aghi)
Tertunduk hati ini pada ketakutan
Memeluk rasa takut yang dalam
Membakar semangat yang hadir
Tertiup keberanian ini oleh angin
Waktu berjalan semakin cepat
Kesempatan datang hanya sekali
Tak ada tempat untuk berbagi
Hingga rasa sesal tiba menanti
Entah kapan hasrat merah itu kan tiba
Mengapa selalu luluh lantah tertiup takut
Tertutup enggan yang slalu membayangi
Sulit melepas belenggu yang terpaku
Mencoba mencari esok untuk menanti
Melewati pagi tanpa daya imaji
Hanya mampu berkata “Esok Nanti”
Waktu kan tiba tuk ungkapkan
Hanya hati kecil yang membara yang mampu berkata
“Mengapa harus esok nanti ?”
Raungan semangat pun mulai membara
Mulai melawan smua belenggu ketakutan
Esok Nanti ku akan ungkapkan semuanya
Kan ku ukir namaku dalam hatimu
Hingga kau kan memahat namamu dihatiku
Selamanya hingga waktu yang memisahkan ..
(10-01-2008 by aghi)
Tertunduk hati ini pada ketakutan
Memeluk rasa takut yang dalam
Membakar semangat yang hadir
Tertiup keberanian ini oleh angin
Waktu berjalan semakin cepat
Kesempatan datang hanya sekali
Tak ada tempat untuk berbagi
Hingga rasa sesal tiba menanti
Entah kapan hasrat merah itu kan tiba
Mengapa selalu luluh lantah tertiup takut
Tertutup enggan yang slalu membayangi
Sulit melepas belenggu yang terpaku
Mencoba mencari esok untuk menanti
Melewati pagi tanpa daya imaji
Hanya mampu berkata “Esok Nanti”
Waktu kan tiba tuk ungkapkan
Hanya hati kecil yang membara yang mampu berkata
“Mengapa harus esok nanti ?”
Raungan semangat pun mulai membara
Mulai melawan smua belenggu ketakutan
Esok Nanti ku akan ungkapkan semuanya
Kan ku ukir namaku dalam hatimu
Hingga kau kan memahat namamu dihatiku
Selamanya hingga waktu yang memisahkan ..
0 comments:
Post a Comment